F UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK SERBUK BAMBU TALI (Gigantochloa apus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

  • FITRI ZAKIAH
  • SRI SUSANTI NURPAHLA

Abstract

ABSTRAK


 


Bambu dengan berbagai jenis dan varietasnya banyak ditemukan sebagai tumbuhan liar yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan Bambu memiliki banyak manfaat  namun publikasi yang mengungkap tentang penggunaan Bambu dalam dunia pengobatan masih sedikit bila dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Bambu diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka sayat dengan cara ditaburkan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Salep merupakan salah satu sediaan topikal yang mudah digunakan dan efektif untuk pengobatan luka.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak serbuk Bambu tali terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan, dan kandungan kimia yang potensi sebagai penyembuh luka sayat serta stabilitas sediaannya.


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboraorium, serbuk bambu tali dikerok sebanyak 200 g lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 7 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan analisis senyawa aktif secara kualitatif dan ditemukan senyawa flavonoid, tannin dan saponin. Pada tahap selanjutnya, pembuatan salep ekstrak serbuk bambu tali dengan konsentrasi 5 %, 15% dan 25 % b/b. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Uji efektivitas penyembuh luka sayat dilakukan pada tikus jantan dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman luka 2 mm.


Salep ekstrak serbuk Bambu tali dengan konsentrasi 15% menunjukan yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Salep ekstrak Serbuk bambu tali pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu.


 


ABSTRACT


Bamboo with various types and varieties are found as wild plants that grow in many parts of Indonesia. Previous research states that Bamboo has many benefits, but publications that reveal the use of bamboo in the world of medicine are still small when compared to other types of plants. Bamboo is used as a traditional medicine to heal wounds by sprinkling them on the wound so that the wound becomes dry and healed for several days. Ointment is one of the topical preparations that is easy to use and effective for the treatment of wounds. The aim of this study was to determine the effect of bamboo rope extract ointment on wound healing in male white rats, and the potential chemical content as a wound heal wound and the stability of the preparation.


The method used in this study was an experiment by conducting testing in a laboratory, 200 g of bamboo rope scraped and then maceration with 70% ethanol for 7 days. The maserate was evaporated with an evaporator then analyzed the culaitative active compounds and found flavonoids, tannins and saponins. In the next step, making bamboo extract powder ointment with a concentration of 5%, 15% and 25% w / w. Evaluation and stability test of the preparations using the cycling test method include organoleptic test, pH test, dispersion test, adhesion test, homogeneity test and irritation test. The effectiveness test for wound healings was performed on male mice with a wound length of 2 cm and a wound depth of 2 mm.


Ointment bamboo powder extract ointment with a concentration of 25% showed the most effective against healing cuts in male white rats. The bamboo powder extract ointment at a concentration of 15% is relatively stable during storage at a certain temperature and time.

Published
Sep 27, 2019
How to Cite
ZAKIAH, FITRI; NURPAHLA, SRI SUSANTI. F UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK SERBUK BAMBU TALI (Gigantochloa apus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus). Praeparandi, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 42-52, sep. 2019. Available at: <http://jurnal.stfypibcirebon.ac.id/index.php/ojs/article/view/15>. Date accessed: 28 oct. 2020.